Rabu, 18 Maret 2015

asal usul kehidupan

ILMU ALAMIAH DASAR
ASAL MULA KEHIUPAN DI BUMI
 DISUSUN OLEH
 NATALIA LOLO PATANDEAN
 1405085086
 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS
 FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
 UNIVERSITAS MULAWARMAN
SAMARINDA
 2015  
 KATA PENGANTAR


                Puji dan syukur patut penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas rahmat dan pertolongannya yang senantiasa dilimpahkan kepada penulis dalam proses penyusunan dan penulisan makalah ini, sehingga makalah ini dapat selesai pada waktunya. Di zaman modern ini mahluk hidup khususnya manusia telah mempelajari berbagai macam ilmu pengetahuan alam. Akan tetapi pada tahap pembelajarannya manusia selalu mendapatkan masalah dan perbedaan pendapat mengenai sesuatu yang ditelitinya. Dalam makalah ini penulis akan membahas secara singkat mengenai asal usul kehidupan yang menjadi permasalahan dari sejak berabad-abad tahun yang lalu sampai sekarang. Akhir kata, penulis mengakui bahwa masih banyak kekurangan yang terdapat dalam makalah ini, oleh sebab itu penulis sangat mengharapkan kritikan dan saran yang membangun dari para pembaca demi kesempurnaan makalah ini.




  BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
                Alam semesta merupakan lahan kajian yang sangat luas bagi kebutuhan ilmu pengetahuan, karena alam semesta menyimpan banyak misteri yang belum terungkap oleh pemikiran manusia melalui ilmu pengetahuan. Berbagai cabang ilmu pengetahuan yang ada untuk mempelajari alam tersebut hanya mempelajari dari sisi yang berbeda dan tidak menyeluruh. Kehidupan di planet-planet dapat muncul atau menghilang tergantung dari lingkungan sekitarnya. Dalam ilmu biologi, proses-proses kehidupan itu dipelajari terutama dengan observasi, ekperimen dan induksi mendorong majunya ilmu-ilmu biologi seperti biomia, biofisika, ilmu genetika dan sebagainya. Di zaman modern ini mahluk hidup khususnya manusia telah mempelajari berbagai macam ilmu pengetahuan alam. Akan tetapi pada tahap pembelajarannya manusia selalu mendapatkan maslah dan perbedaan pendapat mengenai sesuatu yang ditelitinya. dalam hal ini adalah meneliti asal usul kehidupan yang menjadi permasalahan dari sejak berabad-abad tahun yang lalu sampai sekarang.

 B. Rumusan masalah

 1. Apakah kehidupan itu ?
 2. Dari manakah asal kehidupan ?
 3. Dimanakah unsure kehidupan itu pertama kali timbul ?


 C. Tujuan

 1. Untuk memenuhi beberapa syarat-syarat dalam proses belajar mengajar di perguruan tinggi.
 2. Sebagai langkah lanjutan dalam mempelajari bidang study umum khususnya biologi umum
  3. Menyampaikan beberapa pendapat para ahli mengenai asal usul kehidupan dengan teori-teori yang sudah ada.
 4. Melatih kita untuk membuat laporan untuk beberapa pelajaran yang selanjutnya.



 BAB II PEMBAHASAN

 A. ASAL MULA KEHIDUPAN DI BUMI
          Asal Usul kehidupan Kehidupan berasal dari Zat-Zat Anorganik Evolusi Kimia Dimulai dari Atmosfir Purba Sejak berabad-abad yang lalu hingga sekarang asal usul kehidupan di bumi menjadi bahan perdebatan , sehingga menimbulkan bebrapa pertanyaan antara lain sebagai berikut ; 1. apakah kehidupan itu ? 2. dari manakah asal kehidupan ? jawaban yang diberika oleh para ahli bermacam-macam , tetapi belum ada jawaban terakhir yang memuaskan dan dapat diterima semua pihak. Namun bebrapa teori telah mencoba memberikan jawaban tentang asal-usul kehidupan di planet bumi ini. Teori-Teori tersebut adalah sebagai berikut Sebelum abad ke-17, para ahli mengangap bahwa mahluk hidup terjadi secara spontan. Angapan ini disebut teori generatio spontanio atau obiogenisis dengn tokoh Aristoteles (364-32 SM). Sebagai contoh ulat berasal dari bangkai. Dengan adanya renaisan mulai paham baru. Franceso Redi (1626-1697) ahli biologi itali dapat membuktika bahwa ulat pada bangkai berasal dari telur lalat. Ia mengemukakan pendaopat bahwa kehidupan berasal dari telur omne vivum ex oxo. Lazzaro Spalanzi (1729-1799) ahli biologi irtalia dapat membuktikan, bahwa jasad renik yang mencemari kldu dapat membusukkan kaldu. Bila kaldu dididihkan kemudian ditutup rapat-rapat maka pembusukan tidak akan terjadi. Ia menyimpulkan bahwa telur berasal dari jasad hidup atau omne ove ex vivo. Louis Pasteur 1822-1895. Sarjana kimia perancis melanjutkan percobaan spalanzani dengan percobaan berbagai mikro organisme. Ia berkesimpulan bahwa harus ada kehidupan sebelumnya. Agar timbul kehidupan baru atau disebut omne vivun ex vivum. Teori ini disebut juga teori biogenesis. Dengan teori ini, maka teori abiogenesis ditinggalkan orang, tetapi asal mula kehidupan masih belum terungkap. Harold urey 1892-1981, seorang ahli kimia amerika mengemukakan bahwa atsmosfer pada mulanya kaya akan gas – gas metan. (Ch4), ammonia (Nh3), hydrogen (h2), dan air H2O. zat – zat itu merupakan unsure pentng yang terdapat dalam tubuh makhluk hidup. Diperkirakan karena adanya energy dan aliran listrik halilintar dan radiasi sinar kosmos unsure unsure itu mengadakan reaksi kimia membentuk zat- zat hidup. Zat hidup yang mula terbentuk kira kira sama dengan keadaan virus yang kita kenal sekarang. Zat itu kemudian berkembang menjadi jenis organism setelah berjuta – juta taun. Aleksander ivanovich oparine 1894-….. seorang ahli biologi bangsa rusia menemukakan pendapatnya tentang asal mula kehidupan, namun tidak mendapat sambutan dari para ahli (1938). J.b.s Haldane ahli biologi bangsa inggris secara terpisah juga mempunyai pendapat yang serupa dengan oparine pendapatnya jasad hidup terbentuk dari senyawa kimia dalam laut pada saat atsmosfer bumi belum mengandung oksigen bebas. Senyawa organic ini antara lain asam asam amino yang sederhana, purine basa pirimidin, dan senyawa golongan gula, kemudia terbentuk pula senyawa senyawa polpeptida asam asam polinukleat dan polisakarida. Yang kesemuanya dapat terbentuk berkat bantuan sinar ultra violet, kilatan listrik (petir) panas dan sinar radiasi. Jasad hidup pertama disebut protobion diperkirakan hidup kira kira 5-10 meter dibawah perukaan laut, karena ditempat itulah mereka terlindung dari sinar ultra violet intensitas tinggi dari matahari yang mematikan. Didaratan saat itu tidak mungkin ada kehidupan karena sinar ultraviolet yang mematikan. Baru setelah jasad hidup itu berkembang menjadi lebih sempurna dan mampu memproduksi oksigen, maka lama kelamaan terdapat lapisan perlindungan berupa ozon (o3) di atsmosfer bumi, lalu kehidupan merayap dipantai pantai dan terakhir memenuhi daratan. Bila dilihart teori teori terdahulu, maka tampaknya teri oparine –haldan ini kembali pada generation spontania, tetapi melalui proses evaluasi ratusan juta tahun lamanya. Stanlye l.miller 1953, serang murid urey membuat percobaan yang sangat berhasil. Untuk menguj anggapan bahwa pada kondisi awal dari atsmosfer bumi yang kaya akan metan, ammonia, hydrogen, dan air dengan bantuan kilatan listrik dan suhu yang cukup dapat terbentuk senyawa senyawa organic termasuk asam amino, purine, pirimidin, gula ribusa, maupun duaeksiribosa, asam nukleat maupun niokleosida seperti ATP. Diketahui bahwa semuanya itu adalah senyawa senyawa dasar dar jasad hidup. Weisz melanjutkan hipotesis oparine disertai bekal teori urey yang telah diuji kebenaranya oleh miller 1961. Menurut weisz penggabungan senyawa kimia it uterus menjadi mulekul molekul yang lebih bersar dan kompleks. Salajh satu ikatan yang banyak terbentuk asam niklein yang terdiri dari gula-fosfat-purine-pirimidi-asam amino. Rantai ini cenderung untuk mengikat rantai rantai dari sekitarnya. Sehingga terjadilah rantai ganda yang stangkup. Kemudian rantai yang satu melepaskan diri dari yang pertama dan membentuk duplikat. Mulai dari sinilah, mungkin terjadi loncatan tingkah laku kimiawi dari sifat tidak hidup kesiat hidup. Pada saat rantai tadi mengikat materi yang sama boleh kita sebut reproduuksi pertama, sebagai pemula kehidupan dibumi. Selanjutnya terjadilah persaingan mendapatkan makanan. Agar selalu menang dalam persaingan, maka rantai serupa itu perlu tergabung satu sama lain, membentuk rantai yang lebih panjang lagi. Bila hipotesis ini dapat bertahan, maka terjawablah salah sati missinglin terbesar dalam evolusi organic. Tentunya kita sebagai manusia sering bertanya-tanya, “dari mana asal kehidupan di bumi?” pada hakikatnya jawaban atas pertanyaan itu melahirkan banyak teori-teori tentang asal mula kehidupan di bumi, diantaranya adalah : 1. Teori Cosmozoa Teori ini mengatakan bahwa makhluk hidup datang di bumi dari bagian lain alam semesta ini. Asumsi yang mendasari teori ini adalah (a) benda hidup itu ada atau telah ada di suatu tempat dalam alam semesta ini, (b) hidup itu dapat dipertahankan selama perjalanan antar benda angkasa ke bumi. 2. Teori Pfsuger Teori ini mengatakan bahwa bumi berasal dari suatu materi yang sangat panas sekali, kemudian dari bahan itu mengandung karbon dan nitrogen berbentuk senyawa cyanogens (CN), dimana senyawa tersebut dapat terjadi pada suhu yang sangat tinggi dan selanjutnya berbentuk zat protein sebagai pembentuk protoplasma yang akan menjadi makhluk hidup. 3. Teori Moore Mengatakan bahwa makhluk hidup dapat muncul dari kondisi yang cocok dari bahan anorganik pada saat bumi mengalami pendinginan melalui suatu proses yang kompleks dalam larutan yang labil. Bila fase keadaan kompleks itu tercapai akan muncullah makhluk hidup. 4. Teori Allen Mengatakan bahwa pada saat keadaan fisik bumi ini seperti keadaan sekarang, beberapa reaksi terjadi, yaitu reaksi yang datang dari sinar matahari diserap oleh zat besi yang lembab dan menimbulkan pengaturan atom dan materi-materi. Interaksi antara nitrogen, karbon, hidrogen, oksigen, dan sulfur dalam genangan air di muka bumi akan membentuk zat-zat yang akhirnya membentuk protoplasma benda hidup. 5. Teori Transedental atau Penciptaan Merupakan jawaban secara religi bahwa makhluk hidup itu diciptakan oleh Super Nature atau Yang Maha Kuasa di luar jangkauan sains. 6. Teori Abiogenesis atau Generatio Spontanea Teori ini dikemukakan oleh seorang ilmuwan yang bernama Aristoteles, dia mengatakan bahwa makhluk hidup terjadi secara spontan. Hal tersebut berdasarkan pengamatan seperti cacing berasal dari lumpur, ulat berasal dari daging yang membusuk. 7. Teori Fransisco Redi (1626-1697) Redi pernah melakukan eksperimen menggunakan keratan daging segar yang dimasukkan ke dalam labu-labu/ gelas-gelas yang sebagian dibiarkan terbuka dan yang lainnya ditutup rapat. Setelah beberapa hari diamati, gelas yang terbuka dihinggapi lalat dan lalat tersebut kemudian bertelur di sana. Akhirnya muncullah ulat-ulat pada daging yang mulai membusuk pada gelas tanpa tutup tersebut. Sebaliknya gelas yang ditutup rapat tidak ditemukan adanya ulat/ kesimpulan yang dapat diambil adalah asal mula kehidupan dari telur omne vivum ex ovo. 8. Percobaan Lazzaro Spalanzani (1729-1799) Dia melakukan eksperimen dengan menggunakan air kaldu yang dimasukkan dalam tabung reaksi dengan perlakuan yang berbeda-beda. Dalam tabung reaksi I diisi air kaldu dan ditutup rapat-rapat kemudian disimpan. Tabung reaksi II diisi kaldu, dipanaskan ± 15 menit, ditutup rapat kemudian disimpan. Tabung raksi III diisi air kaldu terus dipanaskan ± 15 menit kemudian disimpan tanpa diberi tutup. Setelah beberapa hari diamati ternyata tabung reaksi I dan III dijumpai ada jasad renik/kehidupan. Kesimpulan yang dapat diambil adalah bahwa adanya telur harus ada jasad renik dulu atau omne ovum ex vivo. 9. Teori Biogenesis Dikemukakan oleh Louis Pasteur (1822-1895) yang melakukan eksperimen dengan menggunakan air kaldu dengan labunya yang berbentuk leher angsa. Kesimpulan dari eksperimennya adalah kehidupan yang terjadi karena adanya kehidupan sebelumnya, dan segala sesuatu yang hidup berasal dari telur atau omne vivum ex ovo, omne ex vivo. Adanya teori Biogenesis menggugurkan teori Abiogenesis. 10. Harold urey (1893) Berpendapat bahwa atmosfer di bumi suatu saat kaya akan zat-zat kimia seperti CH4 (Metana), NH3 (Amoniak), H2 (Hidrogen) yang bersama-sama uap air akan bereaksi dengan sinar kosmis dan loncatan-loncatan/ kilatan-kilatan listrik alam (petir) dapat membentuk senyawa protein yang merupakan komponen dasar dari makhluk hidup. Zat-zat ini berjuta-juta tahun berkembang menjadi berbagai organisme. Sel adalah sebagai benda hidupterdiri dari unit unit yang desebut sel, memiliki aktifitas organism merupakan hasil dari aktifitas sel-selnya, dan merupakn elemen reproduktif. Oleh karena sel amat kecil, maka dapat diketahui setelah dipergunakan mikroskop oleh Antonie van Leeweenhoek (1632-1723, holand). Seterusnya malppighi (1628-1694, italia), Swammerdam (1637-1680, holand) dan Grew (1641-1721, inggris) merupakan tokoh-tokoh yan g meberikan sumbangan dan pengamatan pada miskroskop. Sejumlah ilmuan mengembangkan teori pengembangan teori sel pada pertemuan abad ke 19 dutrochar prancis pada tahun 1824 mengemukakan pernyataan yang pasti mengenai sifat sel organism. Schleiden, seorang botanis, dan Schwann zoologis jerman pada tahun 1839 menyatakan suatu prinsip bahwa semua benda terdiri dari bagian yang pada dasarnya sama yaitu sel. Kata sel itu sendiri diperkenalkan oleh hooke inggris pada tahun1665 untuk menggambarkan bagian bagian berupa kotak kotak kecil yang dilihatnya melalui mikroskop. Istilah sel berupa istilah salah sebab hanya ditujukkan untuk dinding sel tak hidup, bukan kepada protoplasmanya yang hidup. Schultz jerman usulnya mengenai definisi sel pada tahun 1861 bahw sel adalah protoplasmanya yang mengandung nukleas. Robet brown inggris pada tahun 1831 adalah orang pertama yang mengakui bahwa nucleus merupan struktur umum dari sel. B. TEORI EVOLUSI A. Teori Biologi Modern ( Evolusi Biokimia ) Menurut teori ini , asal kehidupan yang pertama adalah reaksi-reaksi kimiawi yang menghasilkan asam amino pembentuk protein. Asam amino merupakan dasar pemebntukan setiap sel. Asam amino tersusun dari unsure C,H,O dan N sebagai unsure utama. Di atmosfer banayak terdapat gas CH4 , Nh3 , H2O , dan H2 yang jika terkena loncatan bunga api listrik dapat membentuk asam amino. Teori terbentuknya asam amino do atmosfer dikemukakan oleh Harold Urey dan Oparin. Teori Urey dibuktikan kebenarannya oleh Stanley Miller. Kehidupan pertama terjadi di laut , kemudian organisme mengalami evolusi dengan hidup di darat. Perlu diketahui bahwa Evolusi merupakan perkembangan mahluk hidup yang berlangsung secara perlahan-lahan dalam jangka waktu lama dari bentuk yang sederhana kea rah bentuk yang kompleks. Setelah eksperimen lois pateur dapat menumbangkan teori generation spontanea, timbul masalah baru, yaitu dimanakah unsure kehidupan itu pertama kali timbul.? Banyak pihak yang berpendapat bahwa kehidupan muncul akibat dari reaksi-reaksi kimiawi yang diawali molekul berukuran kecil. Molekul-molekul kecil satu dengan yang lain, dengan bantuan energi atau panas, menghasilkan molekul berukuran besar, atau dari senyawa anorganik menjadi senyawa organic terutama protein sebagi bahan dasar atau inti sel mahluk hidup. Kejadian ( secara teoritis ) tersebut merupakan awal terbentuknya sel yang bersifat primitive. Kejadianya yang pertama kali diperkirakan di laut sebgai tempat yang berenergi cukup tinggi sehingga dapat digunakan untuk reaksi-reaksi kimia. Ada juga pendapat lain yang mengatakan bahwa kehidupan pertama terjadi di atmosfer, atas dasar terbentuknya asam amino ( protein ) sebgagai dasar subsastansi kehidupan. Pada suatu saat terbentuknya bumi di atmosfer kaya akan molekul CH4,NH3,H2, dan H2O yang semuanya berupa gas. Gas-gastersebut sampai sekarang banyak terdapat di atmosfer dan terssusun dari atom-atom C,H,O, dan N yang dijumpai pada asam amino, sedangkan asam amino merupakan zat penyusun protein. Akibat loncatan bunga listrik sewaktu terjadi halilintar dan radiasi sinar kosmik, molekul-molekul itu breaksi membentuk asam amino. Adanya asam amino sinar memungkinkan terbentuknya kehidupan. Bentuk kehidupan ini diperkirakan sama seperti virus. Perkiraan diatas yang menyatakan bahwa kehidupan berasal dari atmosfer, dikemukakan oleh Harold Urey ( 1893 ) ahli kimia amerika dan Oparin ( 1929 ) ahli biokimia Rusia.walupun urey dan oparin berbeda kebangsaan dan zzaman, teapi keduanya berprinsip sama sehingga pendapat itu dikenal dengan teori Urey maupun Oparin . Melalui proses evolusi bentuk kehidupan yang pertama itu berkembang menjadi berbagai jenis makhluk hidup seperti sekarang ini. Untuk membuktikan kebenaran teori yang dikemukakan oleh Harold Urey, seorang mahasiswa dari universitas Chicago bernama Stanley Miller ( 1953 ) dengan kecermatan dan ketelitianya, berhasil membuat alat pembuktian berupa tabung kaca dengan kelengkapan pengaturan untuk memasukan gas-gas CH4,NH3,H2,dan H2O. Alat itu juga dilengkapi dengan elektroda-elektroda yang berhubungan dengan sumber listrik. Sumber listrik berfungsi sebagi loncatan bunga api listrik dan sekaligus pencampur gas-gas tadi. Ternyata dalam percobaan ini apabila loncatan listrik bertegangan tinggi dialirkan segera terjadi reaksi kimia dan terbentuk senyawa kimia berupa asam amino. B. Evolusi Biologi dimUlai di Cekungan-Cekungan di Pantai Telah diterangkan di muka bahwa kehidupan pertama kali diperkirakan terjadi di laut. Dengan demikian , organisme mengalami evolusi dari air menuju darat. Semua mahluk hidup mempunyai unsure-unsur persamaan. Sebagai contoh , sel mahluk hidup semuanya mempunyai protoplasma. Jika setiap hewan diciptakan secara terpisah dan tidak mempunyai hubungan kekerabatan , maka setiap hewan akan berbeda. Demikian juga pada invertebrate , baik yang habitatnya di air maupum di darat mempunyai persamaan dan terjadi evolusi dari air menuju darat. Sebagai contoh , perkembangan capung dari ordo Odonata yang meliputi Isoptera dan Archiptera. Perkembangan capung mengalami evolusi ; salah satunya adalah pergantian habitat dari air menuju darat , yaitu penetasan larva trejadi di air sedang imago atau bentuk dewasa hidup di darat. Perpindahan dari air menuju darat diikuti perubahan fungsi anggota tubuh , seperti alat pernafasan dan alat berenang. Contoh lain yang mengalami perkembanagn yang sama adalah ordo Diptera dengan salah satu anggotanga adalah nayamuk. Di samping itu peralihan dari bahan tidak hidup menjadi sel hidup memerlukan rentang waktu yang sangat lama. Secara hipotetik , perkembanagn prokariotik terjadi pada atmosfer purba yang terbatas. Organisme pertama yang mempu mengembangkan diri dalam perairan yang kaya bahan organic adalah organisme peragi. Organisme ini memiliki fungsi dasar metabolesme anaerobic. Perairan yang kaya akan CO2 da SO4 menyebabkan efektifnya evolusi organisme pada atmosfer electron-elekrton kea rah pembentukan ATP. Peralihan dari atmosfer purba menjadi atmosfer yang mengandung merupakan masa evolusi besar mahluk hidup. Setelah tersedia oksigen atau O2 perkembanagn eukariotik mulai terjadi dan banyak menempati relung ekologik. Perkembangan mikroorganisme , yang meliputi perkembangan fisiologis dan metabolisme , menjadi lebih baik dengan ditandai perkembangan kromosom maupun pemindahan gen yang cukup cepat. C. Teori Evolusi Biokimia Menerangkan bahwa terbentuknya senyawa organik terjadi secara bertahap dimulai dari bereaksinya bahan-bahan anorganik yang terdapat di dalam atmosfer primitif dengan energi halilintar membentuk senyawa-senyawa organik kompleks. Stanley Miller mencoba mensimulasikan kondisi atmosfer purba di dalam skala laboratorium. Ia merancang alat yang seperti terlihat dalam gambar di bawah ini. Gambar: Skema alat percobaan Miller Miller memasukkan gas H2, CH4 (metan), NH3 (amonia) dan air ke dalam alat. Air dipanasi sehingga uap air bercampur dengan gas-gas tadi. Sebagai sumber energi yang bertindak sebagai "halilintar" agar gas-gas dan uap air bereaksi, digunakan lecutan aliran listrik tegangan tinggi. Ternyata timbul reaksi, terbentuk senyawa-senyawa organik seperti asam amino, adenin dan gula sederhana seperti ribosa. Hasil percobaan di atas memberi petunjuk bahwa satuan-satuan kompleks di dalam sistem kehidupam seperti lipid, gula, asam amino, nukleotida dapat terbentuk di bawah kondisi abiotik. Yang menjadi masalah utama adalah belum dapat terjawabnya bagaimana mekanisme peralihan dari senyawa kompleks menjadi makhluk hidup yang paling sederhana. D. Evolusi Biologi Alexander Oparin mengemukakan di dalam atmosfer primitif bumi akan timbul reaksi-reaksi yang menghasilkan senyawa organik dengan energi pereaksi dari radiasi sinar ultra violet. Senyawa organik tersebut merupakan "soppurba" tempat kehidupan dapat muncul. Senyawa organik akhirnya akan membentuk timbunan gumpalan (koaservat). Timbunan gumpalan (koaservat) yang kaya akan bahan-bahan organik membentuk timbunan jajaran molekul lipid sepanjang perbatasan koaservat dengan media luar yang dianggap sebagai "selaput sel primitif" yang memberi stabilitas pada koaservat. Meskipun begitu Oparin tetap berpendapat amatlah sulit untuk nantinya koaservat yang sudah terbungkus dengan selaput sel primitif tadi akan dapat menghasilkan "organisme heterotrofik" yang dapat mereplikasikan dirinya dan mengambil nutrisi dari "sop purba" yang kaya akan bahan-bahan organik dan menjelaskan mekanisme transformasi dari molekul-molekul protein sebagai benda tak hidup ke benda hidup. Teori evolusi kimia telah teruji melalui eksperimen di laboratoriurn, sedang teori evolusi biologi belum ada yang menguji secara eksperimental. Walaupun yang dikemukakan dalam teori itu benar, tetap saja belum dapat menjelaskan tentang dari mana dan dengan cara bagaimana kehidupan itu muncul, karena kehidupan tidak sekadar menyangkut kemampuan replikasi diri sel. Kehidupan lebih dari itu tidak hanya kehidupan biologis, tetapi juga kehidupan rohani yang meliputi moral, etika, estetika dan inteligensia. ASAL USUL KEHIDUPAN Evolusionis menyatakan bahwa makhluk hidup membentuk diri mereka sendiri secara mandiri dari benda mati. Namun, ini adalah dongeng takhayul abad pertengahan yang bertentangan dengan hukum dasar biologi. Bagi kebanyakan orang, pertanyaan "apakah manusia berasal dari kera atau tidak" muncul dalam benak mereka ketika teori Darwin disebutkan. Tapi sebelum membahas masalah ini, sebenarnya masih terdapat beragam pertanyaan yang harus dijawab oleh teori evolusi. Pertanyaan pertama adalah bagaimana makhluk hidup pertama muncul di bumi. Evolusionis menjawab pertanyaan ini dengan mengatakan bahwa makhluk hidup pertama adalah sel tunggal yang terbentuk dengan sendirinya dari benda mati secara kebetulan. Menurut teori ini, pada saat bumi masih terdiri atas bebatuan, tanah, gas dan unsur lainnya, suatu organisme hidup terbentuk secara kebetulan akibat pengaruh angin, hujan dan halilintar. Tetapi, pernyataan evolusi ini bertentangan dengan salah satu prinsip paling mendasar biologi: Kehidupan hanya berasal dari kehidupan sebelumnya, yang berarti benda mati tidak dapat memunculkan kehidupan. SEL YANG MEMBELAH DIRI "" Hukum paling mendasar dari kehidupan adalah "kehidupan hanya berasal dari kehidupan". Suatu makhluk hidup hanya dapat muncul dari kehidupan sebelumnya"" Kepercayaan bahwa benda mati dapat memunculkan kehidupan sebenarnya sudah ada dalam bentuk kepercayaan takhayul sejak abad pertengahan. Menurut teori ini, yang disebut "spontaneous generation", tikus diyakini dapat muncul secara alami dari gandum, atau larva lalat muncul "tiba-tiba dengan sendirinya secara kebetulan" dari daging. Saat Darwin mengemukakan teorinya, keyakinan bahwa mikroba dengan kemauan sendiri membentuk dirinya sendiri dari benda mati juga sangatlah umum. LUMPUR YANG BERUBAH MENJADI MAKHLUK HIDUP" Nama ilmiah dari gambar di samping ini adalah "Bathybius Haeckelii", yang berarti "Lumpur Haeckel". Ernst Haeckel, seorang pendukung gigih teori evolusi, mencoba mengamati lumpur yang berhasil dikeruk dengan cawan dan menganggapnya sangat menyerupai sejumlah sel yang dilihatnya di bawah mikroskop. Berdasarkan pengamatan ini, ia menyatakan bahwa lumpur ini adalah materi tak hidup yang berubah menjadi organisme hidup. Haeckel dan rekannya, Darwin, meyakini kehidupan memiliki struktur sederhana sehingga dapat terbentuk dari benda mati. Akan tetapi, ilmu pengetahuan abad ke-20 menunjukkan bahwa kehidupan tidak pernah dapat muncul dari sesuatu yang tak hidup. Penemuan biologiwan Prancis, Louis Pasteur, mengakhiri kepercayaan ini. Sebagaimana perkataannya: "Pernyataan bahwa benda mati dapat memunculkan kehidupan telah terkubur dalam sejarah untuk selamanya". Setelah Pasteur, para evolusionis masih berkeyakinan bahwa sel hidup pertama terbentuk secara kebetulan. Namun, semua percobaan dan penelitian yang dilakukan sepanjang abad ke-20 telah berakhir dengan kegagalan. Pembentukan "secara kebetulan" sebuah sel hidup tidaklah mungkin terjadi, bahkan untuk membuatnya melalui proses yang disengaja di laboratorium tercanggih di dunia pun ternyata tidak mungkin. SPONTANEOUS GENERATION: TAKHAYUL ABAD PERTENGAHAN Di antara kepercayaan takhayul yang diyakini masyarakat abad pertengahan adalah benda mati dapat memunculkan kehidupan dengan sendirinya secara tiba-tiba. Saat itu diyakini, misalnya, katak dan ikan terbentuk dengan sendirinya dari lumpur di dasar sungai. Di kemudian hari terungkap, hipotesis yang dikenal sebagai "spontaneous generation (kemunculan tiba-tiba)" ini adalah kebohongan belaka. Akan tetapi, di kemudian hari dengan skenario yang sedikit berbeda, kepercayaan ini dihidupkan kembali dengan nama "teori evolusi". Oleh karenanya, pertanyaan tentang bagaimana makhluk hidup pertama muncul telah menempatkan teori evolusi dalam kesulitan sejak awal. Salah satu tokoh utama pendukung teori evolusi tingkat molekuler, Prof. Jeffrey Bada, membuat pengakuan berikut ini: Saat ini, ketika kita meninggalkan abad keduapuluh, kita masih dihadapkan pada masalah terbesar yang belum terpecahkan pada saat kita memasuki abad keduapuluh: Bagaimana kehidupan muncul pertama kali di bumi? E. MITOS "EVOLUSI KIMIAWI" Evolusionis terkenal, Alexander Oparin, muncul dengan gagasan "evolusi kimiawi" di awal abad ke-20. Gagasan ini menyatakan bahwa sel hidup pertama muncul secara kebetulan melalui sejumlah reaksi kimia yang terjadi pada kondisi bumi purba. Akan tetapi, tak satu evolusionis pun, termasuk Oparin sendiri, yang mampu memberikan satu pun bukti yang mendukung gagasan "evolusi kimia". Sebaliknya, setiap penemuan baru di abad ke-20 menunjukkan kehidup-an terlalu kompleks untuk dapat terbentuk secara kebetulan. Evolusionis terkenal Leslie Orgel membuat pengakuan berikut ini: "(Dengan mempelajaristruktur DNA, RNA, dan protein) seseorang mestinya berkesimpulan: ternyata kehidupan tidak akan pernah dapat terbentuk melalui reaksi-reaksi kimiawi." C. PERKEMBANGAN MANUSIA A. Teori Evolusi. Teori evolusi adalah pendapat yang mengatakan bahwa terjadi perubahan secara pelan dan memakan waktu yang lama sekali daam kehidupan makhluk hidup. Perubahan tidak tampak bila diukur dalam tempo ribuan tahun, diperlukan waktu jutaan tahun agar perubahan bentuk tampak lebih jelas. Teori evolusi yang paling menghebohkan adalah yang menyangkut manusia secara naïf dikatakan manusia keturunan kera, justru karena manusia mampu bereakse atau berpendapat tersebut. Sejumlah pakar sejak zaman yunani kuno sampai sekarang telah menggunakan teori evolusi yang lama kelaman melahirkan teori yang kian sulit dibantah karena sifatnya yang rasional dan empiris. Aristoteles mengatakan bahwa mahkluk hidup yang hidup didaratan berasal dari makhluk hidup yang di lautan. Walaupun hal itu belum dibuktikan tetapi masuk akal karena turunya temperature bumi. Menurut Empidokles mengatakan bahwa hanya bentuk bentuk yang paling baik sajalah yang dapat bertahan yang kurang baik akan hilang binasa. Jean babtis clamarck (1744-1829) mengatakan bahwa ada mekanisme spesifik dalam evolusi (transmutasi) organism . binatang berubah sesuai dengan alam sekitarnya, dengan kata lain binatang mempunyi karakter yang dapat sesuai dengan tuntutan alam ppenyesuaian demikian diperoleh sesame hidup dan dapat diturunkan, misalnya pada zarapah, yang harus memanjangkan lehernya demi mendapat makanan di atas pohon. Charles Robert Darwin 1802-1882 dalam bukunya the origin of species by man of natural slection or the preservasion of favored races in the straggle for life 1859 mengemukakan teori evolusi yang sangat menghebohkan, karena dinilai bertentangan dengan ajaran agama. Dalam buku tersebut dikemukakan tentang asal usul makhluk hidup dan yang menjadi dasar evolusi organiknya adalah adanya seleksi alam dan seksual. Alam semesta menyeleksi untuk cadangan variasi individu yang sudah sangat cocok dengan lingkungan. Karena lingkungan selalu berubah, berubah pulalah organism didalamnya, dan indivdu yang pealing cocok dengan lingkunga alam akan membuahkan keturunan yan tercocok. Dalam kehidupan terjadi seleksi alami dan seksual. Seleksi alami berupa pertarungan dalam kehidupan yang terkuat akan terus hidup. Teori tersebut diatas berlaku juga pada manusia. Darwin the descent of man, and the selection in relation to sex(1871) menguraikan perkembangan manusia secara ilmiah. Diambilnya perbandingan susunan anatomi manusia dengan kera, terutama dengan sipanse dan gorilla, kedua makhluk tersebut paling dekat pertalianya dengan manusia ( ada pendpat yang menyebutkan persamaanya hamper 97%). Karena itu perkembanganya sangat mirip berdasarkan hokum evolusi. Saying sekali, bila dikatakan manusia sekarang dalah keturunan monyet, suatu kesimpulan yang sangat naïf. August Weismann 1834-1914 mendukung teori evolusi yang dikemukakan oleh Charles Darwin, tetapi menolak bahwa watak atau sifat yang diperoleh suatu makhluk diwariskan. Weismann mengemukakan teori genetika modern dengan menekankan bahwa ada kebebasan dari gern-plasn ( istilah yang diberikan oleh untuk factor-faktor warisan dalam selkelamin). Menurutnya gern – plasn terdapat dalam kromoson, jadi evolusinya adalah masalah genetika, soal keturunan yang menyangkut masalah bagaimana diwariskan gen gen melalui selkelamin. Evolusi yan dimaksud adalah gejala seleksi alam terhadap factor genetika. Bukunya yang terkenal adalah the gern – lasn, a teory of heredity 1892 dan the evolution teory 1904. Gregor johan mendel 1822 – 1884 mengemukakan soal genetika dengan banyak melakukan prcobaan pada tanaman. Perumusanya kemudian dikenal sebagai hokum mendel yang berisi tentang hokum pemisahan gen (lae of segregation Hugo de vries 1848 -1935 mengemukakan bahwa evolusi hanya dapat terjadi karena perubahan yang tiba – tiba timbulnya (mutasi) mutasi adalah perubahan sifat pada keturunanya. De vries memadukan teori mutasi gen dengan teori Darwin sebagai berikut. Organsasi dengan cirri pembawaan yang baru tampak dengan segera cirri peembawaan yang baru ini merupakan hasil dari perubahan dalam gen. mutasi dapat membuat organisasi terpengaruh atau tidak oleh lingkungan. Sebagi hasil seleksi alam, orgabisme organism dengan mutasi yang baik kebanyakan banyak hidup lebih lama. Sejak hasil mutasi dapat diturunkan, perubahan perubahan dapat diharapkan akan berlangsung terus dan spesies dengan sifat yang baru akan terus terbentuk. Pemikiran de vries tersebut terdapat dalam bukunya die mutaton teory 1903. Yang sampai sekarang paling dapat diterima umum, merupakan perpaduan antara teori Darwin yang dimodifikasi olehnya. Teilhard de kardin 1881 -1955 memadukan paham materialism biologis dengan bahan kreasonis cultural. Hal ini dimungkinkan karena ia seorang paleontology dan sekaligus rohaniawan. Disebutkan bahwa, evolusi dibumi berlangsung dalam tiga fase. Pertama, geosfer yang merupakan masa kabut purba sampai diambangkehidupan, fase ini disebut sebagai masa pra hidup. Kedua, biosfer yang dimulai dari kehidupan ganging diair sampai terjadinya anthropoid didaratan, fase ini disebut sebagai masa kehidupan. Ketiga, noosfer yang dimulai dari adaya manusia sebagai homo sapien yang memiliki pemikiran sebagai makhluk yang kian hari kian meningkat sifat manusiawinya, faseini disebut fase masa pemikiran atau perasaan. Evolusi berjalan terus, manusia sekarang merupakan ciptaan tuhan yang belum selesai karena akan menurunkan makhluk mahkluk baru yang kian sempyrna sesuai dengan kondisi alamnya. Manusia adalah kesadaran moral, kesadaran social, dan kesadaran kromis: manusia manusia berarti menghubungkan sifat manusiawi yang makin luas dan kemampuan akal budinya yang terus ditingkatkan. Manusia dapat eencanakan perkembanganya sendiri dan mengikut sertakan kehendaknya dalam proses itu. B. PERKEMBANGAN MANUSIA manusia deperkirakan elalu berkembang menurut perkembanganya, dan ada tiga tingkatanya manusia dibedakan menjadi tiga yaitu: 1. Protoantropik Pendapat baru mengatakan, bahwa benua afrika merupakan tempat asal manusia, bukan asia lagi. Lebih lebih dengan ditemukanya jenis australapitekus afrikanus, artinya kera selatan dari afrika, pleisiadapis yang merupakan fosil prosimian yang sangat primitive dan masih bercakar, paranthropus yan disinonimkan dengan australopichecus robustus, artinya kera selatan yang besar. Penemuan penting diperoleh di asia terutama di jawa dan dicina. Dijawa dr.eugene dubois didesa trinil menemukan fosil yang diberinama pithecanthropus erectus artinya manusia kera berjalan tegak 1891. Nama tersebut diberikan atas dasar perbedaan rongga tengkaork antara manusia sekarang dengan kera sekirar 930cc, 3 paha kiri yang sudah agak besar yang memberikan petunjuk bahwa ia telah berjalan tegak. Di gua chou-kou-tien yang letakya sebelah barat daya Beijing oleh Davidson black ditemukan sebuah gigi 1927. Penggalihan selanjutnya berhasil menemukan banyak fosil manusia yang jumlahnya mencapai 50 individu, sehingga daerah goa tersebut dikenal sebagai dragon bone hill besarnya rongga otak minimum 850cc maksimum 1300cc sehingga sdikit lebih besar dibandingkan dengan temuan di jawa. Disamping tulang juga ditemukan sisa sisa pemburu dan peramu. Diperkirakan mereka berasal dari zaman pleistocenum tengah. Saying bahwa alam perang dunia dua tulang tulang yang demikian berharga bagi pengetahuan hilang, padahal temuan tersebut yang berasal dari satu sutus merupakan temuan terbesar didunia. Untung bagi dunia pengetahuan, bahwa franset weidenreich pernah ikut bertugas di Indonesia dan sempat membuat tiruanya yang sekarang berada diamerika serikat. Diduga temuan di asia tersebut mempunyai tingkatan yang sama, hanya berbeda secara rasial dengan manusia sekarang. 2. Paleontropik Temuan manusia purba lebih banya dibandingkan dengan manusia pendahulunya. Temuan di afrka yang terkenal adalah homorodisiensis, artinya manusia dari rodesia 1921. Voleme tengkoraknya sekitar 1300cc muka dan leher panjang, lubang mata tinggi dan sempit, giginya mempunyai tipe sepert manusia modern dari tulang kakinya dperkirakan bahwa mereka sudah dapat berjalan tegak. Temuan lain adalah afrikanus nyarasiensis, manusia afrika dari nyarasa. Ditemukan dua tiga bagian dari tenggorokanya . diduga manusia ini dari zaman pleistocen tengah, hal itu didasarkan pada peninggalan budaya. Setelah perang dunia dua peyelidikan atas manusia purba kian ditingkatkan, khususnya dari tim amerika serikat. Ditingkat homo erectus ini ditemukan antaralain danau turkan, old ovai, disamping itu masih banyak tempat lain. Temuan tersebut menggeser teori lama manusia dari asia menjadi manusia manusia dari afrika. Temuan diasia ditemukan dijawa yang ertama disebut homosoloensis, artinya manusia dari solo oleh open oorth 1931 . jumlah temuanya sampai 11 tenggkorak denan gejala rata rata kepala yang dipenggal, sehingga ada dugaan bahwa manusia tersebut masih kaibalistis. Temuan didesa ngandong di tepi bengawan solo tersebut mempunyai dahi hamper rata dengan kepala bagian depan, tulang rahang bawah yang sangat besar dan tidak mempunyai dagu diperkirakan hidup dari zaman pleistoken atas. Temuan lain dari jawa adalah homo wajakensis artinya manusia dari wajak, esa wajak terletak didaerah tulung agung ditepi sungai brantas. Penemunya adalah Dr.e.dubois 1890 kapasitas tengkorak karnial antara 1550-1650 cc. dari tulang yang ditemukan timbul teori bahwa homo wajakenis imigran dari asia, yaitu bangsa wedoid, kemudia terus keaustralia dan merupakan penduduk asli Australia aborigin, yaitu manusia talgae dan manusia keilor. Teori lain yang menyebutkan, bahwa ada garis hubungan langsung dari pitecantropus erectus menuju homo soloensis, homo wajakensis, kemanusia talgae dan keilor menjadi manusia Australia baorogin. Teori lain mengatakan bahwa astraloid yang sekarang adalah keturunan langsung dari pitecantropus erectus. Masih belum diperoleh kesepakatan soal hubungan purba dari jawa dengan penduduk Australia yang disebut australoid. Temuan lain dieropa dkenal dengan homo heidelbergenesis artinya manusia dari edelberge oleh dr.ottoschoetensach 1907. Tulang rahangnya jauhlebih besar dari pada yang dimiliki oleh manusia modern, dagunya lebih menyerupai milik manusia dari pada kera, tetapi giginya sudah seperti manusia sekarang. Karena tulang tangan dan kaki tidak ditemukan, gak sulit mengadakan rekonstruksinya. Banyak tanda tanda yang menyatakan, bahwa homo heldelbergenesis lebih dekat dengan manusia modern dari pada pitecantropus ataupun sinantropus pekinensis. Juga dikatakan kemungkinanya bahwa heilderbergenesis adalah nenek oyang homo neandertalensis. Temuan dieropa lainya yan juga terkenal adalah homo neandertalensis, manusia dar neandertal yang fosinya banyak d ketemukan dibenua tersebut. Mula mula di gibraltal 1848, kemudian didosei seldov 1856 dan beberapa tempat lain dan baruah professor solas memberinama homo neandertalensis 1906. Beberapa cirinya adalah badan pendek tulang pahanya melengkung kemuka seperti pada kera, tengkoraknya besar dan berat sehingga tampak sangat primitive raut mukanya pajang, hidungnya sangat pesek dan lehernya pendek, tulang tulang rahang atas menyolok dan ruhang bawah berat dan tampak kuat. Tulang dagu tidak berkembang penuh. Tanganya relative pendek dan sangat kuat, ukuranya sudah menyerupai manusia. Menurut professor weidenreich homo neandertallensis merupakan nenek moyang langsung homo sapiens. 3. Neontropik Neontropik yang berarti manusia baru berasal dari pleistosenum atas belum terasuk sebagai homo sapiens yang berasal dari homo lenum awal. Salah satu warisan penting adalah homo cromagnosis, artinya manusia dari cromagnon. Volume tengkoraknya 1600cc bentuk tengkoraknya panjang, tulang dahinya sama tinggi dengan dahi mausia modern. Lututnya masih bengkok kedepan bila berjalan. Lengan bawah jaul lebih panjang dibandingkan denganlengan atas. Manusia ini ditemukan didaerah prancis selatan 1868. Dan banyak anggapan yang mengatakan, bahwa mereka ini nenek moyang ras Caucasoid. Varian lainya adalah homo grimaldinensis, artinya orang dari grimaldi (pantai rivera) yang secara kasar mengenai umur dan bentuknya tidak jauh dari cromagnon. Lengantangan bagian bawah dan bagian bawah kakinya lebih panjang dari bagian atasnya. Volume tengkorak untuk yang pria 1265cc dan yang perempuan 1454cc. hidungnya lebar dantulang hidungnya pendek, tulang rahang atas bagian bawah menonjol keluar. Pada grimaldi lebihbanyak sifat sifat negro dari pada cromagnon. Homo sapiens artinya manusia cerdas atau bijaksana yang merupakan manusia modern. Muncul sejak zaman holocenum awal yang pada umumnya dibedakan menjadi tiga ras. Yaitu ras negroid, mongoloid, dan kaucasoid. Perbedaan ras dibedakan atas dasar pebedaan fisik semata mata, bukan atas perbedaan budayanya. Antara ain berdasarkan tinggi badan: rendah (150-160) sedang (160-170) tinggi (170—lebih) bentuh hidung yang lebar, sedang dan sempit, warna kulit yang htam kuning, dan putih, warna rambut yang hitam pirang dan putih bertuk rambut yang lurus bergelombang dan kriting. Pandangan lama (sebelum perang dunia dua) dalam ilmu ethnologi yang menyebutkan bahwa tingkat ras negroid yang paling rendah. Disusul mongoloid dan di anggap bahwa kaukasoid yang tertinggi. Tetapi pandangan baru (setelah perang dunia dua dalam ilmu antropologi) perbedaan tersebut tidak diaku lagi. Manusia modern sekarang sama tingkatanya. Perbedaan fisik menjadi dasar pesbedaan ras semakin kabur terutama akibat dari banyakya kawin campur. Daerah seperti hawai merupakan panic adukan dimana ketiga ras tersebut makin hari makin membaur, sehingga perbedaan ras sulit dilakukan. Dengan dunia yang makin mju akan terciptakn manusia mendatang yang berbeda dengan manusia yang sekarang, apalagi mansia purba. Hal itu disebabkan hidupnya manusia makin sejahtera, baik fisik maupun psikis yang memungkinkan manusia hidup makin panjang sementara itu macam-macam penyakit yng sebelumnya banyk membinasakan manusia seperti disentri, malaria, campak sebagian sudah dapat dihilangkan, sejumlah kuman mulai dapat diatasi dengan ditemukanya obatobat yang makin cangih. Walaupun ganguan pskis pada manusi modern terutama yang tingal di kota-kota besar makin mengejala, namun usahauuntuk mengatasianyapun telah banyak dilakukan. Dalam kondisi manusia sekarang yang didukung ole penemuan obat-obatan ataupun penangulangganya yang lain. Besar kemungkinan manusia mendatang akan lebih ungul dari manusia sekarang apalagi manusia purba. Dari teori evolusi dan sejarah perkembangan manusia dapat disimpulkan seperti berikut. a. Mahluk manusia mulai bercabang ari mahluk primate dalam zaman pleistocenum, sehinga kesimpulan terlalu sempit untuk menyebutkan manusia keturunan monyet adalah terlalu naïf. b. Percabangan tersebut mungkn terjadi di afrika. Dalam penyebaranya ke daerah lain manusia mengadaptasikan dirinya dengan lingkungan alam yang ada. Sehingg ada yang tingal di daerah panas (tropis), sedang (subtropis), malahan di daerah dingin c. Dalam sejarah perkembangna serta dalam penyebaranya untuk memperoleh hidup yang lebih baik, beberapa jenis manusia kandas dan tidak berkebang lebih lanjut seperti pithecanthropus, sinanthroups, homo neanderthalensis, homo rhodiensis. d. Sedangkan macam-macam manusia lain eperti homo sapiens dapat berkemang dan dapat mnyebar lebih luas, hal itu berkat otaknya yang semakin tajam untuk memecahkan tantangan-tantangan yang dihadapi, kemudian oergi untuk lebih jauh berkat jalannya dengan dua kaki lebihlebih setelah mampu membuat kendaraan, serta diciptakan budya untuk membantu mensejahterakan hidupnya. e. Bagiaman terjadi percabangan dan perbedaan kondisi tubuh shingga enjadi ras, masih sulit ditemukan, rupanya ras negroid merupakan kekussusan ras di afrika, ras mongoloid,di asia dan caucasid di ero-asia. Pada waktu Charles Darwin mengemukakan teori efolusi, hal yang belum terjawab dalam bentuk bukti fosil adalah wujud mahluk yang menjadi penghubung antara kera dengan manusia sehingga disebutnya sebagai the missing ink, atrinya mata rantai yang hilang. Hal itulah yang mrndorong dr. e. dubois datang ke Indonesia untuk mencarinya. Perolehannya di trinil dan atas dasar keyakinannya, maka dieri nama pithecanthropus yang artinya manusia kera. BAB III PENUTUP A. Kesimpulan Berdsarkan pemaparan diatas maka dapat disimpulkan bahwa masing-msing para ahli ilmu pengetahuan alam memiliki pandangan yang berbeda-beda mengenai asal usul kehidupan sesuai dengan eksperimen-eksperimen yang telah dilakaukannya. masing-masing pendapat tersebut didasrkan oleh percobaan yang telah dibuktikan sendiri oleh para ahli tersebut. Dan berdasarkan percobaan yang telah dilekukan tersebut masing-masing memiliki kelemahan-kelemahan sehingga masing-masing teori yang dipaparkannya saling melengkapi satu sama lain. Secara teori awa manusia diakatakan sebagai keturunan monyet namun pandangan ini masing sangat naïf sehingga Dr.E.dobuis dating keindonesia dan meneliti bahwa ada missing ling yang terdapat pada teori Charles Darwin manusia sekarang bukan ari keturunan monyet. Namun dari manusia purba yang berkembang makin modern

 DAFTAR PUSTAKA Ahmadi,abu,H.1991.”ilmu alamiah dasar”.jakarta:rineka cipta. Kirthisinghe, Buddhadasa P. 1995. Agama Buddha dan Ilmu Pengetahuan. Cetakan Kedua. Diterjemahkan Oleh: R. Sugiarto. Jakarta: Aryasuryacandra. Mukti, Krishnanda Wijaya. 2003. Wacana Buddha Dharma. Jakarta: Yayasan Dharma Pembangunan. Widyosiswoyo, supartono.1999.”ilmu alamiah dasar”.jakarta:ghalia Indonesia.